KEPEMIMPINAN Visi Kemenag: Prof. Darmadi 'Suntik' Kurikulum Cinta & Deep Learning, Guru MIN 2 Bandar Lampung Siap 'Lompat Jauh' Mutu Pendidikan!

KEPEMIMPINAN Visi Kemenag: Prof. Darmadi 'Suntik' Kurikulum Cinta & Deep Learning, Guru MIN 2 Bandar Lampung Siap 'Lompat Jauh' Mutu Pendidikan!

Bandar Lampung, 05 November 2025 – Pelaksanaan In House Training (IHT) Implementasi Kurikulum Merdeka di SK-KKM MIN 2 Bandar Lampung hari ini diselimuti suasana penuh pengakuan dan semangat perubahan. Acara ini menjadi perpaduan sempurna antara apresiasi pimpinan Kemenag , visi kepemimpinan madrasah , dan strategi transformasi guru . 

Kegiatan IHT dibuka pada pukul 08.00 WIB dengan berbagai pimpinan tinggi. Hadir langsung Kepala Kantor Kemenag Kota Bandar Lampung, Drs. H. Makmur, M.Ag. ; Kasi Penmad, H. Said Karimin, S.Ag., M.Kom.I. ; dan Pengawas Madrasah Ibu Masniati, S.Ag., M.Pd.I.

Ketiga pemimpin tersebut secara terpisah memberikan acungan jempol kepada Kepala Madrasah, H. Untung Pribadi, M.Pd.I. , atas dedikasi dan inovasi yang luar biasa. Mereka memuji masifnya pembangunan-pembangunan dan inovasi baru di MIN 2 Bandar Lampung yang dinilai memberikan landasan yang kuat bagi peningkatan mutu.

H. Makmur, M.Ag. (Kepala Kantor Kemenag) dalam Materi 1 menegaskan: "Peningkatan mutu adalah prioritas, dan pembangunan inovatif di MIN 2 ini adalah bukti nyata bagaimana madrasah membuktikan dirinya sebagai institusi yang 'Hebat Bermartabat', selaras dengan kebijakan Kemenag."

Saat ini, perhatian penuh tertuju kepada Prof. Dr. H. Darmadi, S.Ag., SE, MM, M.Pd., Ph.D. yang sedang memaparkan Materi 3: Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) . Prof Darmadi menjelaskan bahwa inovasi fisik yang dilakukan oleh H. Untung Pribadi harus diimbangi dengan sikap inovasi dari para guru.

Beliau memaparkan 5 Sikap Terbaik yang wajib dimiliki guru dalam menyikapi setiap kebijakan baru, termasuk Kurikulum Merdeka:

  1. Responsif (Jangan apriori ): Sikap terbuka guru harus setara dengan semangat inovasi di madrasah.

  2. Mencoba Menerima & Memahami : Upaya sungguh-sungguh memahami filosofi KBC yang fokus pada empati dan kasih sayang .

  3. Mencari Kesamaan Esensi : Fokus pada tujuan mulia pendidikan, memastikan pembangunan fisik juga disertai pembangunan karakter.

  4. Adaptif (Mengimplementasikan dengan kesungguhan maksimal): Guru dituntut untuk beraksi nyata dan memanfaatkan fasilitas baru secara optimal.

  5. Reflektif (Terus melakukan penyempurnaan): Sikap ini adalah fondasi evaluasi diri dan perbaikan berkelanjutan.

Prof Darmadi menjelaskan bahwa kelima sikap ini menjadi kunci mati keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka. Tanpa sikap responsif dan adaptif, inovasi hanyalah teori. Terutama, sikap Reflektif menjadi jembatan utama untuk sesi krusial berikutnya, Materi 4: Deep Learning Kurikulum Merdeka (13.00 WIB).

“Guru yang Refleksi akan menggunakan Deep Learning untuk mengatasi pembelajaran dangkal . Mereka tidak hanya mengajarkan konten, tetapi merancang pengalaman yang membuat siswa berpikir kritis, menghubungkan konsep, dan menguasai materi secara permanen. Ini adalah puncak dari profesionalisme yang dituntut Kemenag,” tutup Prof. Darmadi, sebelum sesi Ishoma yang dijadwalkan pukul 11.45 WIB .

IHT ini diharapkan akan melahirkan guru-guru yang tidak hanya didukung fasilitas terbaik, tetapi juga memiliki hati (Cinta) dan kompetensi strategi ( Deep Learning ) untuk mewujudkan Madrasah Mandiri Berprestasi.


05/11/2025 11:10, Dilihat 579 kali