MIN 2 Bandar Lampung Rangkul BBPOM, Puskesmas Kupang Kota, Tim UKS, dan Penjual Kantin Wujudkan Madrasah Sehat

MIN 2 Bandar Lampung Rangkul BBPOM, Puskesmas Kupang Kota, Tim UKS, dan Penjual Kantin Wujudkan Madrasah Sehat

BANDAR LAMPUNG –  Langkah nyata dalam menjaga kesehatan generasi bangsa terus ditampilkan oleh Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Bandar Lampung. Pada Kamis (30/04/2026), madrasah menggelar kegiatan "Sosialisasi Jajanan Sehat Madrasah" yang melibatkan seluruh elemen penting sekolah, mulai dari Kepala Madrasah , Tim UKS , orang tua melalui Komite Madrasah , hingga para penjual kantin madrasah  dalam satu forum edukasi.

Acara yang berlangsung hangat ini dihadiri langsung oleh Kepala Madrasah, H. Untung Pribadi, M.Pd.I. , dengan menghadirkan pakar dari Balai Besar POM Bandar Lampung dan Puskesmas Kupang Kota sebagai narasumber utama.

Salah satu poin penting dalam sosialisasi ini adalah kehadiran para pedagang atau penjual di kantin madrasah. Mereka diberikan pengarahan teknis mengenai cara mengolah dan menyajikan makanan yang memenuhi standar kesehatan. Narasumber pentingnya menjaga kebersihan sarana berjualan serta jeli dalam memilih bahan baku agar terhindar dari cemaran kimia dan biologi.

Kepala Madrasah, H. Untung Pribadi, M.Pd.I. , dalam Arahnya menyampaikan bahwa penjual kantin adalah mitra strategis madrasah.  Bapak dan Ibu penjual kantin adalah orang tua kedua bagi siswa di sekolah. Apa yang Bapak dan Ibu sajikan sangat berpengaruh pada kesehatan dan konsentrasi belajar anak-anak kita. Oleh karena itu, mari kita berkomitmen menyediakan makanan yang tidak hanya enak, tapi juga aman dan bergizi, ” tegasnya.

Di sisi lain, Tim UKS MIN 2 Bandar Lampung bertindak sebagai pengawas dan penggerak budaya sehat. Melalui sosialisasi ini, Tim UKS dibekali kemampuan untuk melakukan pemantauan rutin terhadap kualitas jajanan melalui 5 Kunci Keamanan Pangan , yaitu:

  1. Kenali pangan yang aman.

  2. Beli pangan dari sumber yang terpercaya.

  3. Baca label kemasan dengan teliti.

  4. Jaga kebersihan diri dan lingkungan olah pangan.

  5. Catat/Laporkan jika menemukan ketidaksesuaian standar.

Momen paling krusial dalam acara ini adalah ketika seluruh pihak membubuhkan tanda tangan di atas papan komitmen bersama. Deklarasi tersebut menegaskan bahwa penyediaan jajanan sehat bukan hanya tanggung jawab pedagang, melainkan komitmen kolektif antara pihak madrasah, orang tua, dan petugas kesehatan.

Kepala Madrasah, H. Untung Pribadi, M.Pd.I., menandatangani komitmen tersebut, diikuti oleh perwakilan Puskesmas, Komite, Dewan Guru, dan pengelola kantin. "Penandatanganan ini bukan sekadar seremoni, melainkan janji kita untuk melindungi anak-anak dari pangan berbahaya. Kami ingin kantin MIN 2 menjadi role model dalam penyediaan makanan yang bersih, bergizi, dan bebas dari bahan sintetis berbahaya," tegas H. Untung Pribadi.

Dengan keterlibatan penjual kantin, pihak madrasah berupaya memastikan bahwa materi sosialisasi dari BPOM tidak hanya menjadi teori, tetapi langsung dipraktikkan di dapur-dapur kantin. Hal ini sejalan dengan amanat pemerintah bahwa kantin sekolah harus menjadi ruang pendukung gizi untuk tumbuh kembang anak secara optimal.  Acara diakhiri dengan komitmen bersama antara pihak madrasah, Tim UKS, dan para penjual kantin untuk konsisten menjaga kualitas jajanan demi mewujudkan siswa-siswi MIN 2 Bandar Lampung yang sehat, cerdas, dan kuat


30/04/2026 10:00, Dilihat 118 kali