Jelajah Sejarah dan Alam: Siswa Kelas 1 MIN 2 Bandar Lampung Ikuti Outing Class Edukatif

Jelajah Sejarah dan Alam: Siswa Kelas 1 MIN 2 Bandar Lampung Ikuti Outing Class Edukatif

BANDAR LAMPUNG – Ratusan siswa kelas 1 Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Bandar Lampung mengikuti kegiatan outing class yang dirancang khusus untuk memberikan pengalaman belajar nyata di luar rutinitas bangku sekolah. Kegiatan yang berlangsung penuh antusias ini membawa para siswa mengunjungi dua ikon edukasi di Lampung, yakni Museum Lampung dan area Farm Day.

Perjalanan dimulai pada pagi hari dengan mengunjungi Museum Lampung sebagai destinasi pertama. Di lokasi ini, para siswa diperkenalkan dengan berbagai khazanah kekayaan daerah, mulai dari peninggalan prasejarah, kerajinan tekstil tapis yang legendaris, hingga miniatur rumah adat Sessat Agung.

Para guru pendamping memberikan penjelasan sederhana mengenai setiap koleksi agar anak-anak dapat memahami dan menghargai identitas budaya mereka sendiri sejak usia dini.

Setelah puas mengeksplorasi sejarah, rombongan melanjutkan perjalanan menuju area Farm Day untuk berinteraksi langsung dengan alam. Di sana, siswa tidak hanya menjadi penonton, tetapi berperan aktif dalam simulasi kehidupan agraris.

Mereka diajak memberi makan kelinci, domba, serta mengamati keunikan ayam mutiara dan ayam merah di kandangnya. Momen paling berkesan terjadi saat sesi menanam padi; dengan semangat tinggi, para siswa turun ke sawah yang berlumpur, belajar teknik menanam padi yang benar di bawah bimbingan instruktur.

Kepala MIN 2 Bandar Lampung, H. Untung Pribadi, M.Pd.I., dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian integral dari kurikulum madrasah yang menekankan pada pembelajaran kontekstual. Beliau menekankan pentingnya keseimbangan antara teori di kelas dan praktik di lapangan.

"Kegiatan outing class ini adalah ikhtiar kita bersama untuk membentuk karakter siswa yang tangguh dan memiliki wawasan yang komprehensif. Dimulai dengan kunjungan ke museum agar mereka memiliki akar budaya yang kuat, kemudian dilanjutkan ke alam melalui Farm Day agar mereka memiliki rasa empati terhadap lingkungan serta menghargai profesi petani," ujar H. Untung Pribadi, M.Pd.I.

Beliau juga menambahkan bahwa dengan terjun langsung ke lumpur dan berinteraksi dengan hewan ternak, motorik dan mentalitas anak-anak akan terlatih. "Kami ingin menanamkan bahwa belajar itu menyenangkan. Saat mereka menanam padi, mereka belajar tentang kesabaran dan proses. Inilah yang kita sebut sebagai pendidikan yang memanusiakan manusia," tambahnya.

Kegiatan ini diakhiri dengan sesi refleksi dan foto bersama. Keceriaan terpancar jelas dari wajah para siswa yang pulang dengan membawa pengetahuan baru, baju yang sedikit berlumpur sebagai tanda perjuangan belajar, dan semangat yang segar untuk kembali mengikuti aktivitas akademik di madrasah.


29/04/2026 17:13, Dilihat 101 kali