Menanamkan Karakter Religius dan Disiplin, MIN 2 Bandar Lampung Gelar Pembiasaan Sholat Duha Berjamaah Setiap Sabtu

Menanamkan Karakter Religius dan Disiplin, MIN 2 Bandar Lampung Gelar Pembiasaan Sholat Duha Berjamaah Setiap Sabtu

BANDAR LAMPUNG — Pembentukan karakter religius dan penanaman nilai-nilai akhlak mulia sejak dini menjadi salah satu prioritas utama dalam dunia pendidikan dasar. Di tengah dinamika modernisasi saat ini, madrasah dituntut tidak hanya mencetak generasi yang cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara mental dan spiritual. Menjawab tantangan tersebut, Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Bandar Lampung secara konsisten mengukuhkan komitmen pembentukan karakter melalui program pembiasaan keagamaan.

Setiap akhir pekan, tepatnya pada hari Sabtu, suasana di lingkungan MIN 2 Bandar Lampung tampak berbeda dari hari-hari biasa. Seluruh civitas akademika—yang meliputi ratusan peserta didik dari kelas rendah hingga kelas tinggi, jajaran dewan guru, hingga staf tenaga kependidikan mengikuti kegiatan rutin Sholat Duha berjamaah. Kegiatan yang telah menjadi agenda mingguan ini dipusatkan di lapangan madrasah.

Rangkaian kegiatan keagamaan ini dimulai tepat pukul 07.30 WIB. Para siswa terlebih dahulu dikondisikan oleh wali kelas masing-masing secara tertib menuju tempat wudhu. Suasana kedisiplinan dan kekompakan tampak jelas ketika ratusan anak-anak bersiap dan memastikan seluruh peserta didik sehat dan siap, kegiatan dilanjutkan dengan pengisian saf sholat secara teratur di bawah bimbingan para guru pendamping.

Sebelum pelaksanaan sholat dimulai, kegiatan sering kali diawali dengan pembacaan Asmaul Husna atau zikir singkat bersama-sama untuk mendinginkan hati dan memusatkan pikiran. Lantunan suara anak-anak yang menggema di lingkungan madrasah menciptakan suasana yang sejuk, tenang, dan penuh kekhidmatan. Setelah itu, pelaksanaan Sholat Dhuha dua rakaat dilaksanakan dengan khusyuk secara berjamaah.

Kepala MIN 2 Bandar Lampung, H. Untung Pribadi, menjelaskan bahwa pembiasaan Sholat Duha setiap Sabtu hari ini bukan sekedar kegiatan seremonial belaka, melainkan bagian dari implementasi nyata dalam penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Pelajar Rahmatan lil 'Alamin, khususnya pada dimensi keimanan, ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta berakhlak mulia.

Kami ingin membiasakan anak-anak sejak usia dini untuk menjadikan ibadah sunnah seperti Sholat Dhuha sebagai kebutuhan, bukan sekadar kewajiban. Melalui keikutsertaan seluruh civitas madrasah—di mana guru, kepala sekolah, staf, dan siswa mengajar dalam satu saf tanpa batasan—kita juga memberikan teladan nyata secara langsung. Bahwa dalam melihat Allah, kita semua setara dan ibadah adalah prioritas utama di atas segalanya ,” ujar H. Untung Pribadi di sela-sela kegiatan.

Beliau juga menambahkan bahwa pemilihan hari Sabtu sebagai waktu pelaksanaan memiliki nilai strategi tersendiri. Di penghujung pekan sebelum libur akhir pekan tiba, kegiatan ini diharapkan mampu menyegarkan pikiran peserta didik, menenangkan jiwa, serta memberikan energi positif setelah sepekan penuh berjibaku dengan kegiatan akademik di dalam kelas.

Antusiasme yang tinggi tidak hanya ditampilkan oleh para siswa, tetapi juga mendapatkan apresiasi penuh dari para orang tua murid serta komite madrasah. Banyak orang tua yang merasa bersyukur karena anak-anak mereka mendapatkan pembiasaan positif yang berkesinambungan, yang tidak hanya membentuk kecerdasan kognitif tetapi juga membentengi moral mereka dari pengaruh lingkungan luar yang kurang baik.

Selain pelaksanaan ibadah sholat, rangkaian kegiatan hari Sabtu ini juga sering diselingi dengan kultum (kuliah tujuh menit) atau motivasi Islami singkat yang disampaikan secara bergantian oleh para guru. Materi yang disampaikan biasanya berkaitan dengan pentingnya berbakti kepada orang tua, kejujuran, kedisiplinan, serta semangat dalam menuntut ilmu. Hal ini bertujuan agar pesan-pesan moral yang disampaikan dapat lebih mudah dicerna dan diterapkan oleh anak-anak dalam kehidupan sehari-hari di rumah maupun di masyarakat.

Melalui konsistensi program pembiasaan rutin ini, MIN 2 Bandar Lampung optimis dapat terus mencetak lulusan-lulusan yang unggul, tidak hanya berprestasi di bidang akademik dan ekstrakurikuler, tetapi juga memiliki ketahanan spiritual yang kokoh, berakhlak mulia, serta siap menjadi teladan di tengah masyarakat kelak. Kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh guru bidang keagamaan, memohon keselamatan, keberkahan ilmu, dan kemajuan bagi seluruh warga madrasah, sebelum akhirnya para siswa kembali ke kelas untuk mengikuti kegiatan penutup sepekan lainnya.


08/08/2026 13:01, Dilihat 232 kali