Menyemai Akhlak Mulia: Kekhusyukan Sholat Tahajud, Witir Berjamaah, dan Muhasabah Diri di Perkemahan MIN 2 Bandar Lampung

Menyemai Akhlak Mulia: Kekhusyukan Sholat Tahajud, Witir Berjamaah, dan Muhasabah Diri di Perkemahan MIN 2 Bandar Lampung

Bandar Lampung (22/08/26) - Kegiatan Perkemahan Jum'at-Sabtu (Perjusa) yang diselenggarakan oleh MIN 2 Bandar Lampung tahun 2026 tidak hanya berfokus pada pelatihan fisik, kedisiplinan, serta keterampilan kepramukaan saja. Lebih dari itu, rangkaian acara yang mengusung tema besar "Peningkatan Moderasi Beragama Siswa dan Pelantikan Pramuka Penggalang Gugus Depan 04.027-04.028 MIN 2 Bandar Lampung" ini menempatkan pembinaan mental spiritual sebagai pilar utamanya.

Suasana hening malam menyelimuti bumi perkemahan ketika jarum jam menunjukkan Sabtu dini hari. Di saat sebagian besar anak seusia mereka masih pulas tertidur di dalam tenda-tenda perkemahan, para peserta didik Pramuka Penggalang MIN 2 Bandar Lampung justru dibangunkan dengan penuh kelembutan. Mereka diajak untuk bersiap melangkah menuju area ibadah guna menunaikan serangkaian amalan sunnah malam yang penuh keutamaan, demi menggapai rida dan ampunan Sang Pencipta.

Menjelang subuh, suasana perkemahan berubah menjadi sangat syahdu. Seluruh peserta didik berbaris rapi mengambil air wudhu untuk melaksanakan ibadah malam. Agenda utama yang dinanti-nantikan adalah pelaksanaan sholat Tahajud dan sholat Witir secara berjamaah.

  • Kebersamaan dalam Ketaatan: Pelaksanaan sholat secara berjamaah ini tidak hanya melatih kedisiplinan waktu, tetapi juga mempererat rasa kekeluargaan dan ukhuwah Islamiyah di antara sesama anggota Pramuka Penggalang.

  • Melafalkan Shalawat dan Sayyidul Istighfar: Usai menunaikan rangkaian sholat sunnah Tahajud dan Witir, kegiatan dilanjutkan dengan melantunkan shalawat nabi serta membaca Sayyidul Istighfar—yang dikenal luas sebagai rajanya istighfar—secara bersama-sama dan dipandu dengan suara yang menyejukkan hati.

  • Membersihkan Jiwa: Lantunan istighfar dan shalawat yang menggema di kesunyian malam tersebut bertujuan untuk membersihkan hati para peserta didik dari segala kelalaian, sekaligus memohon kekuatan agar senantiasa istiqomah dalam kebaikan.

Puncak dari rangkaian kegiatan spiritual malam itu adalah sesi muhasabah diri (perenungan) yang sarat akan makna emosional dan religius. Suasana langsung berubah menjadi haru biru ketika lampu perkemahan diredupkan, mengantarkan anak-anak pada keheningan total untuk merenungi perjalanan hidup masing-masing.

  • Perenungan Mendalam: Dalam sesi muhasabah ini, para siswa-siswi diajak untuk mengingat kembali jasa-jasa besar kedua orang tua yang telah merawat mereka, serta pengorbanan para guru yang dengan tulus mendidik di madrasah.

  • Menghapus Khilaf: Anak-anak dibimbing untuk menyadari setiap kesalahan, kekhilafan, maupun dosa kecil yang mungkin pernah diperbuat kepada orang tua, teman, maupun guru, seraya berjanji di dalam hati untuk tidak mengulanginya kembali.

  • Dipandu Langsung oleh Ustadzah Siti Azkiyah, S.Pd.I. dan didampingi oleh ibu lisda, S.Ag. dan ibu tati, S.Pd.I. : Kegiatan perenungan yang sangat emosional dan menyentuh kalbu ini dipimpin langsung bersama Ustadzah Siti Azkiyah, S.Pd.I. dan Ibu Lisda, S.Ag. Dengan tutur kata yang lembut, penuh kasih sayang, dan sarat nasihat bijak, beliau berhasil membimbing jiwa-jiwa muda peserta perkemahan hingga tak sedikit dari anak-anak yang meneteskan air mata penyesalan dan keharuan, bertekad untuk menjadi anak yang lebih berbakti dan saleh-salihah.

Keberhasilan rangkaian kegiatan ibadah malam dan muhasabah ini mendapatkan perhatian serta apresiasi yang sangat luar biasa dari Kepala Madrasah sekaligus Ka. Mabigus MIN 2 Bandar Lampung, H. Untung Pribadi, M.Pd.I. (yang sosok dan namanya turut menjadi inspirasi utama dalam perhelatan akbar ini).

"Kegiatan perkemahan pramuka di madrasah kita bukanlah sekadar ajang berkemah, mendirikan tenda, atau melatih keterampilan fisik di luar ruangan saja. Jauh dari pada itu, inti sejati dari Perjusa ini adalah pembentukan karakter mental, spiritual, dan penguatan moderasi beragama bagi anak-anak kita," ungkap H. Untung Pribadi, M.Pd.I. dengan penuh semangat.

Beliau juga menambahkan bahwa pelaksanaan sholat Tahajud, Witir berjamaah, serta muhasabah diri yang dibimbing bersama Ustadzah Siti Azkiyah, S.Pd.I., merupakan momentum emas yang jarang didapatkan sehari-hari di rumah. Melalui pendekatan spiritual seperti ini, pondasi keimanan anak-anak akan semakin kokoh tertanam di dalam dada mereka sejak usia dini. 

"Melalui momen tahajud, lantunan rajanya istighfar, dan muhasabah yang mendalam malam ini, kami sangat berharap anak-anak didik kami mampu meresapi nilai-nilai ketakwaan yang mendalam. Sesuai dengan tekad dan motto besar madrasah kita dalam melahirkan generasi yang 'Mulia Berakhlak, Sepanjang Masa'," pungkas H. Untung Pribadi, M.Pd.I. menutup perbincangan dengan rasa bangga yang mendalam terhadap kedisiplinan dan kekhidmatan para peserta.


22/08/2026 04:03, Dilihat 216 kali