Inovasi Kurikulum Berbasis Cinta: Siswa MIN 2 Bandar Lampung Integrasikan Ekoteologi dan Seni Tradisional

Inovasi Kurikulum Berbasis Cinta: Siswa MIN 2 Bandar Lampung Integrasikan Ekoteologi dan Seni Tradisional

BANDAR LAMPUNG – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Bandar Lampung terus bertransformasi menjadi lembaga pendidikan yang inovatif dengan mengedepankan pembentukan karakter siswa yang selaras dengan alam dan budaya. Melalui implementasi Kurikulum Berbasis Cinta , madrasah ini menggelar kegiatan hasta karya kreatif yang melibatkan siswa kelas 5 dan kelas 6 sebagai bentuk nyata penerapan konsep Ekoteologi .

Di kelas 5 Ibnu Kholdun, di bawah bimbingan Ibu Hj. Siti Najiah, M.Pd.I , suasana belajar tampak berbeda. Para siswa dengan antusias mendirikan seni makrame , yakni kerajinan menyimpul tali untuk membuat wadah pot gantung. Kegiatan ini tidak sekedar mengasah keterampilan tangan, tetapi juga menjadi sarana penanaman nilai ekoteologi.

Setelah menyelesaikan simpul-simpul makrame yang indah, para siswa langsung menanam bunga ke dalam pot dan menggantungkannya di area madrasah. Hal ini sejalan dengan program Asta Protas (Aksi Tata Profil Dasar Madrasah) yang diinisiasi Kementerian Agama, yang mendorong madrasah menjadi lingkungan yang bersih, sehat, dan hijau.

Sementara itu, di kelas 6 Zubair bin Awwam, Ibu  Heni yati, S.Pd.I membimbing para siswa mengeksplorasi teknik Kain Jumputan . Melalui proses pewarnaan ikat tradisional celup, siswa diajarkan untuk menghargai warisan budaya nusantara sekaligus melatih kesabaran dan ketelitian dalam menghasilkan sebuah karya seni yang bernilai ekonomis.

Menangapi kegiatan produktif ini, Kepala MIN 2 Bandar Lampung, Bapak H. Untung Pribadi, M.Pd.I , memberikan apresiasi yang tinggi. Beliau menegaskan bahwa pendidikan di MIN 2 Bandar Lampung tidak hanya mengejar kecerdasan intelektual, tetapi juga kecerdasan emosional dan spiritual melalui interaksi dengan alam.

Kegiatan ini merupakan wujud Kurikulum Berbasis Cinta yang kami kembangkan. Kami ingin anak-anak didik kami tumbuh dengan rasa kasih sayang terhadap sesama makhluk, termasuk lingkungan. Ekoteologi mengajarkan kita bahwa menjaga alam adalah bagian dari ibadah ,” ujar H. Untung Pribadi, M.Pd.I.

Lebih lanjut beliau menjelaskan bahwa karya-karya yang dihasilkan siswa merupakan bentuk kemandirian yang selaras dengan pernafasan madrasah. “ Melalui hasta karya makrame dan kain jumputan ini, kami sedang membangun pondasi karakter siswa yang kreatif dan memiliki kearifan lokal yang kuat. Kami ingin madrasah menjadi tempat di mana bakat anak tumbuh mekar layaknya bunga-bunga yang mereka tanam hari ini ,” tambah beliau.

Seluruh hasil karya siswa tersebut kini dipajang secara apik di lingkungan madrasah. Langkah ini diambil sebagai bentuk penghargaan terhadap kerja keras siswa, sekaligus untuk menciptakan atmosfer sekolah yang asri dan inspiratif. Dengan adanya pajangan hasil karya ini, diharapkan motivasi belajar siswa semakin meningkat karena merasa setiap hasil jerih payahnya dihargai oleh sekolah.

MIN 2 Bandar Lampung berkomitmen untuk terus konsisten menjalankan program-program berbasis lingkungan dan kreativitas, guna mencetak generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga peduli dan cinta terhadap bumi serta budaya Indonesia.


12/02/2026 11:48, Dilihat 119 kali