BANDAR LAMPUNG – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Bandar Lampung terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga keseimbangan antara pendidikan karakter religius dan pelestarian nilai-nilai budaya lokal. Hal ini terlihat jelas dalam rangkaian kegiatan pagi yang dilaksanakan di lapangan madrasah pada Kamis (12/02).
Kegiatan dimulai dengan khidmat saat seluruh siswa, guru, dan staf bersama-sama melantunkan Asmaul Husna. Suasana keagamaan semakin kental ketika suara lantang para siswa memenuhi lapangan dalam sesi murojaah hafalan Al-Qur'an secara berjamaah. Agenda rutin ini merupakan upaya madrasah untuk menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur'an sekaligus memperkuat hafalan siswa setiap harinya.
Setelah rangkaian zikir dan murojaah usai, suasana lapangan beralih menjadi lebih bernuansa lokal. Hal ini dilakukan sebagai implementasi nyata dari Instruksi Gubernur Lampung terkait program “Kamis Beradat dan Berbahasa Lampung”. Program ini mencatat seluruh instansi pendidikan dan masyarakat untuk membiasakan dialog serta interaksi menggunakan bahasa Lampung sebagai upaya mencegah kepunahan bahasa daerah.
Sebagai bentuk edukasi nyata, para siswa tidak hanya diminta mendengarkan penjelasan, tetapi juga diajak mendengarkan contoh langsung. Pagi ini, Shaqueen Rahmani Kurnia Putri , siswi kelas 5 Ibnu Kholdun, tampil di tengah lapangan di hadapan rekan-rekan dan dewan guru. Dengan artikulasi yang jelas dan penuh percaya diri, Shaqueen menyampaikan pidato dalam bahasa Lampung yang santun.

Melalui pidato tersebut, Shaqueen memberikan contoh praktis bagaimana cara bertutur kata, menggunakan sapaan yang tepat, dan menunjukkan kepedulian khas masyarakat Lampung dalam berkomunikasi sehari-hari.
Kepala MIN 2 Bandar Lampung, H. Untung Pribadi, M.Pd.I. , yang menyatukan langsung kegiatan ini, memberikan apresiasi yang tinggi. Beliau menekankan bahwa madrasah harus menjadi motor penggerak dalam menjaga warisan nenek moyang.
" Sesuai instruksi Bapak Gubernur, setiap hari Kamis kita wajib membiasakan diri berdialog dengan bahasa Lampung. Kita tidak ingin bahasa ibu kita hilang tergerus zaman. Apa yang dicontohkan oleh Ananda Shaqueen tadi adalah langkah hebat untuk memotivasi siswa lain agar tidak malu dan canggung lagi menggunakan bahasa Lampung di lingkungan madrasah, " ujar H. Untung Pribadi, M.Pd.I.
Beliau juga menambahkan bahwa kegiatan ini akan terus dievaluasi dan dikembangkan, misalnya dengan menyelipkan kuis-kuis bahasa daerah atau penampilan seni tutur lainnya setiap hari Kamis. Harapannya, seluruh civitas akademika MIN 2 Bandar Lampung tidak hanya memiliki kecerdasan spiritual dan intelektual, tetapi juga memiliki rasa cinta yang mendalam terhadap tanah kelahiran dan budayanya.

