Hakikat Belajar Jadi Pesan Utama Upacara Senin MIN 2 Bandar Lampung

Hakikat Belajar Jadi Pesan Utama Upacara Senin MIN 2 Bandar Lampung

Bandar Lampung, 22 September 2025 — Udara pagi yang cerah membuat halaman MIN 2 Bandar Lampung saat siswa mulai berdatangan. Sebelum upacara dimulai, guru-guru menyambut siswa di halaman sekolah dengan senyuman hangat dan salam penuh semangat, menciptakan suasana yang ramah dan menyenangkan. Kegiatan Beragam ini membuat siswa merasa gembira, nyaman, dan termotivasi untuk mengikuti upacara dengan antusias.

Yang bertindak sebagai petugas upacara adalah Ibnu Sina, siswa kelas 5. Dengan penuh percaya diri, Ibnu Sina memimpin upacara mulai dari pembukaan hingga penutupan. Kehadirannya di depan barisan menjadi bukti nyata bahwa siswa MIN 2 Bandar Lampung tidak hanya melatih akademik, tetapi juga mental kepemimpinan.

Ibnu Sina bersama tim petugas lainnya menjalankan tugas dengan baik, mulai dari pengibar bendera, pembawa teks Pancasila, UUD 1945, hingga paduan suara. Seluruh peserta upacara memberi penghargaan berupa sikap tertib dan khidmat selama prosesi berlangsung.

Pada kesempatan ini, Ibu Tati, S.Pd. bertindak sebagai pembina upacara. Sebelum memberikan amanat, beliau membuka dengan sebuah pantun yang membuat suasana semakin bersemangat:

Berjalan jauh ke Singaparna,

Pulangnya membawa oleh-oleh,

Tuntutlah ilmu ke negeri Cina,

Kelak ilmu kalian akan diperoleh.

Pantun tersebut menjadi pengantar yang sarat makna, mengingatkan siswa untuk terus menuntut ilmu tanpa mengenal batas ruang dan waktu. Dalam amanatnya, Ibu Tati menekankan hakikat belajar. Belajar, menurut beliau, bukan sekedar menghafal pelajaran atau mengerjakan soal, melainkan proses memahami pengetahuan dan keterampilan yang akan menjadi bekal dalam kehidupan.

Beliau menekankan bahwa tujuan sekolah adalah menjadikan siswa tidak hanya cerdas dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki akhlakul karimah.

Kalian harus pintar memahami konsep, tapi juga harus berakhlak mulia. Ilmu yang kita cari bukan hanya untuk hari ini, melainkan untuk masa depan. Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan,” tegas Ibu Tati. 

Seluruh peserta mengikuti upacara dengan tertib. Siswa-siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 berdiri rapi dalam barisan, sementara guru dan tenaga kependidikan turut mendampingi. Kehadiran semua pihak menambah suasana upacara semakin khidmat. Ketika bendera merah putih dikibarkan, suasana hening penuh hormat terasa menyentuh hati. Lagu Kebangsaan Indonesia Raya berkumandang lantang, mencerminkan semangat nasionalisme yang terpatri di dada siswa MIN 2 Bandar Lampung.

Dengan amanat pembina yang telah disampaikan diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh siswa untuk terus semangat menuntut ilmu, menjaga akhlak mulia, dan menjadikan pendidikan sebagai bekal masa depan.


22/09/2025 10:01, Dilihat 409 kali