Ketua DWP dan Rombongan tinjau dan beri dukungan program Ekoteologi melalui Bank Sampah Madrasah

Ketua DWP dan Rombongan tinjau dan beri dukungan program Ekoteologi melalui Bank Sampah Madrasah

Bandar Lampung — Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama Kota Bandar Lampung, Hj. Siti Zainab, bersama Wakil Ketua DWP, Alisa Ahmad, dan rombongan meninjau program ekoteologi melalui pengelolaan Bank Sampah Madrasah di MIN 2 Bandar Lampung. Kunjungan ini menjadi bentuk perhatian terhadap upaya membangun kesadaran lingkungan melalui pendidikan dan pembiasaan perilaku peduli alam.

Ekoteologi merupakan pendekatan yang menghubungkan nilai-nilai keagamaan dengan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. Dalam kehidupan madrasah, nilai tersebut dapat diwujudkan melalui kebiasaan menjaga kebersihan, mengurangi sampah, memilah sampah, serta merawat lingkungan sebagai bentuk tanggung jawab bersama.

Salah satu upaya yang dikembangkan MIN 2 Bandar Lampung adalah Bank Sampah Madrasah. Program ini menjadi sarana edukasi bagi warga madrasah untuk mengenal pengelolaan sampah secara lebih terarah, khususnya melalui pemilahan dan pemanfaatan kembali sampah yang masih memiliki nilai guna.

Melalui program tersebut, peserta didik diharapkan tidak hanya memahami pentingnya kebersihan secara teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kebiasaan sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah, dan menjaga kebersihan kelas dapat menjadi langkah nyata dalam membangun budaya peduli lingkungan.

Kunjungan Hj. Siti Zainab bersama Alisa Ahmad dan rombongan diharapkan dapat memperkuat dukungan terhadap pengembangan program ekoteologi di lingkungan madrasah. Perhatian terhadap program ini juga menjadi momentum untuk mendorong kolaborasi dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang bersih, sehat, hijau, dan berkelanjutan.

Kepala MIN 2 Bandar Lampung, H. Untung Pribadi, M.Pd.I., mendukung berbagai program yang mengintegrasikan nilai keagamaan, pendidikan karakter, dan kepedulian terhadap lingkungan. Melalui keterlibatan seluruh warga madrasah, program Bank Sampah Madrasah diharapkan dapat berkembang menjadi bagian dari budaya positif yang dilaksanakan secara konsisten.

Program ekoteologi melalui Bank Sampah Madrasah menjadi salah satu langkah untuk menanamkan kesadaran bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Dengan demikian, madrasah tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang untuk membentuk generasi yang beriman, berakhlak, dan peduli terhadap kelestarian alam.

MIN 2 Bandar Lampung terus mendorong penguatan budaya peduli lingkungan melalui program-program yang mendukung terwujudnya madrasah bersih, hijau, dan berwawasan lingkungan.


16/10/2026 15:18, Dilihat 127 kali